MEDIABORNEO.NET, KUKAR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mendorong pemuda Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk hidup mandiri, setelah digelarnya dua pelatihan kecakapan hidup yakni desain grafis, kemudian pelatihan kerajinan kayu dan rotan.

“Pelatihan kecakapan hidup ini digelar untuk memaksimalkan peran pemuda agar siap menghadapi persaingan kerja, karena mereka telah memiliki keterampilan setelah mengikuti pelatihan,” kata Analis Kebijakan Ahli Muda Agung Sugiarto, mewakili Kepala Dispora Kaltim Agus Hari Kesuma.

Hal ini ia katakan saat pembukaan dua jenis pelatihan kecakapan hidup tersebut di Tenggarong. Selain Agung Sugiarto, pembukaan pelatihan itu juga dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Kepala Bidang Kepemudaan dan Kepramukaan Dispora Kabupaten Kukar Dery Wardana.

Pembukaan pelatihan ini dilakukan oleh Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tenggarong Mudo Mulyanto.

Pelatihan Kecakapan Hidup ini mengambil dua lokasi, yakni untuk pelatihan Kerajinan Kayu dan Rotan digelar di LPKA Kelas II Tenggarong, sedangkan pelatihan Desain Grafis digelar di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong.

Kedua acara tersebut berlangsung pada tanggal 9 sampai 13 Oktober 2023 dengan menghadirkan narasumber berkompeten di bidang masing-masing.

Pelatihan Kecakapan Hidup Kerajinan Kayu dan Rotan, mendatangkan pemateri ahli seperti Yunus Tangke, Muhammad Farid, Yuyun Saputra, dan Mardi Siswoyo.

“Khusus untuk peserta yang mengikuti pelatihan kerajinan kayu dan rotan sebanyak 60 orang. Mereka adalah anak-anak binaan dari LPKA Kelas II Tenggarong,” terangnya.

Sementara, Pelatihan Kecakapan Hidup Desain Grafis, peserta dibina oleh Rizky Rizaldy (instruktur), Fuad Azmi (asisten instruktur), dan Priyo selaku asisten.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang yang terdiri dari pemuda-pemudi dari berbagai sekolah dan dari perguruan tinggi di Kabupaten Kukar.

“Kami berharap, para peserta yang terdiri dari pemuda dan pemudi yang mengikuti pelatihan ini bisa mengimplementasikan keterampilan mereka baik kerajinan kayu, kerajinan rotan, maupun desain grafis, karena keahlian ini bisa menjadi modal kerja maupun untuk wirausaha,” pungkasnya. (Gfr/M. Jay/Adv/Dispora Kaltim)

Don`t copy text!